Search
  • admin

Kanker, Pembunuh Nomor 1 Dunia



Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia mengadakan penyuluhan tentang penyakit kanker di Sekolah Tri Ratna pada hari Sabtu, 10 Agustus 2019. Penyuluhan yang disampaikan oleh Ibu Desma Yulita, A.Md.Keb. ini diikuti oleh para Guru dan Karyawan Sekolah Tri Ratna. Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia merupakan yayasan yang bergerak dalam penyuluhan, pemberian bantuan bagi penderita kanker, dan dana bantuan subsidi nonkanker untuk produk pencegahan.


Dalam paparannya, Ibu Desma menyampaikan tentang informasi terkait penyakit kanker, jenis-jenis kanker, gejala kanker, pola hidup sehat dan tanaman yang memiliki kandungan zat anti kanker (ribosom inacting protein atau RIP). Kanker bisa menimpa semua orang di segala usia, meskipun sering ditemui ketika umur diatas 40 tahun. Bahkan menurut WHO, kanker menempati urutan nomor 1 pembunuh manusia di dunia. Banyak jenis kanker yang yang sering ditemui, yaitu kanker payudara, kanker serviks, kanker paru-paru, kanker prostat, kanker otak, kanker darah, kanker hati, dan lain sebagainya.


Slogan "mencegah lebih baik daripada mengobati" menjadi sangat relevan untuk diterapkan sebagai gaya hidup. Karena kanker bisa dicegah sejak dini dengan berbagai cara seperti menerapkan pola makan yang sehat dan teratur, konsumsi makanan berserat tinggi seperti buah dan sayur, hindari makanan berlemak tinggi (daging), hindari pemakaian minyak goreng berulang-ulang yang lebih dari 2 kali pemakaian, hindari makanan berpengawet, hindari makanan yang dibakar, tidak minum alkohol, tidak merokok, olahraga teratur, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Hati-hati juga dengan penggunaan ponsel, karena penelitian terakhir menyebutkan ada hubungan antara radiasi ponsel dengan kanker otak. Selain itu juga diajarkan cara untuk memeriksa secara mandiri gejala kanker payudara dengan metode sadari.


Di akhir sesi, Ibu Desma memberikan info tentang tanaman-tanaman yang direkomendasikan Prof. Doctor Hembing Wijaya Kusuma yang memiliki zat anti kanker yang disebut ribosom inacting protein atau RIP. Beberapa tanaman yang memiliki kandungan RIP seperti buah dan daun sirsak, tanaman benalu teh, dan tanaman temu putih yang memiliki kandungan yang lebih tinggi.


Menurut Ibu Bertha, Guru senior di SD Tri Ratna, penyuluhan ini sangat bermanfaat memberikan pengetahuan tentang kanker, terutama pengetahuan untuk pencegahan berkaitan dengan cara pengolahan buah dan daun sirsak. Senada dengan pendapat Bu Erni, pegawai sekolah, yang menyatakan bahwa penyuluhannya sangat bermanfaat, terutama tentang pencegahan yang menggunakan tanaman temu putih.


Kesehatan merupakan aspek kehidupan manusia yang memiliki peranan penting, seperti ungkapan dari seorang pujangga Romawi, Decimus Iunius Juvenalis " mens sana in corpore sano" yang berarti di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa/pikiran yang sehat". Sepatutnya kita selalu peduli terhadap kesehatan.




35 views

Tel: +62 21-6312 859  |  © 2018 by Tri Ratna School